Darisepintas kilas paparan di atas, selanjutnya dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai ilmu pengetahuan (science) yang dapat dipelajari secara sistematis, manajemen juga sebagai seni dalam mengelola manusia yang terlibat didalam organisasi untuk menggapai tujuan.
4 Manajemen dikatakan sebagai seni dikarenakan manajemen dalam praksisnya lebih menekankan pada perasaaa, intuisi, dan perasaan. 5. Manajemen dikatakan sebagai profesi dikarenakan menggunakan prinsip- prinsip umum yang dapat digunakan, membutuhkan dedikasi dan komitmen. 15 f16 f.
MANAJEMENSEBAGAI ILMU DAN SENI. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (James A.F Stoner, Management, Prentice/ Hall International, Inc., Englewood Cliffs
Vay Tiền Nhanh. 0% found this document useful 0 votes101 views17 pagesDescriptionIImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas. Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management 1911 yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes101 views17 pagesPerkembangan Teori Manajemen Sebagai Ilmu Dan SeniDescriptionIImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah…Full description
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Berbincang persoalan manajemen, secara umum tentu tidak terlepas dari fungsi yang melekat didalamnya. Manajemen dapat dikatakan sebagai upaya manusia dalam melakukan suatu perencanaan, pengorganisasi, pelaksanaan kegiatan, dan pengawasan. Ke-empat unsur ini telah menjadi panduan universal dalam setiap langkah di mana sebuah aktivitas dilakukan. Baik dalam lingkup kecil atau dalam lingkup organisasi besar terdiri dari berbagai bagian yang terikat dalam suatu sistem dan mekanisme kerja yang tercakup didalam banyak ragamnya, misalnya manajemen administrasi perkantoran, manajemen sumber daya manusia, manajemen proyek, manajemen bisnis, manajemen pemasaran, manajemen program, manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen biaya, manajemen pengadaan, manajemen pengeluaran, dan banyak lagi manajemen-manajemen yang semuanya disesuaikan dengan tuntutan segala aktivitas kelompok manusia sehingga cara-cara pengelolaannyapun semakin spesifik menurut bidangnya sesuai tuntutan dan kebutuhan organisasi masing-masing. Adapun yang mengkoordinir segala aktivitas tersebut selanjutnya disebut manajer, yaitu seseorang yang bekerja melalui/menghadapi orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka untuk mencapai sasaran atau tujuan organisasi yang telah dalam implementainya dapat dikatakan bahwa upaya pengelolaan untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan ini tergolong pada sebuah proses, maka dalam runutan perkembangan manajemen selanjutnya tersusunlah dalam suatu sistematika dan metode yang dapat dipelajari melalui berbagai pendekatan ilmiah. Pendekatan kuantitatif maupun pendekatan kualitatif akan mewarnai perkembangan lebih lanjut perihal manajemen di segala bidang. Namun itu semua sangat tergantung pada rumusan masalah yang ditemui sehingga langkah untuk menjawab persoalan yang ditemui akan bersesuaian dengan pilihan paradigma, metode dan teori yang digunakan. Di sinilah manajemen akan terus berkembang, dapat dipelajari yang tercakup dalam ruang lingkup ilmu pengetahuan science berikut inovasi yang akan selalu menyertainya. [caption id="attachment_408004" align="aligncenter" width="300" caption="manajemen, ilmu dan seni dinamis sumber dari Pada sisi lain, oleh karena dalam pelaksanaan proses manajemen banyak/selalu berurusan dengan manusia dengan segala ragam kualitas sumberdayanya, karakter serta latar belakang sosio-kultural yang ada maka proses interaksi antar manusia untuk mencapai tujuan yang sama selalu diliputi nilai-nilai subyektivitas sehingga perlu menjadikan pertimbangan bagi seorang manajer. Itu sebabnya, upaya untuk mengoptimalkan sumber daya manusia sebagai unsur penting dalam rangka menuju cita-cita organisasi/perusahaan tidaklah bisa diabaikan. Seorang manajer yang handal dan berpengalaman, sudah seharusnyalah bisa bersikap fleksibel. Ada kalanya bersikap dan bertindak dalam melaksanakan kewajibannya sebagai manajer sesuai kaidah atau prinsip-prinsip manajemen, akan tetapi di mana dan kapan saatnya harus bijak fleksibel dalam mengatur kerja sama dengan orang lain dalam lingkup kerjanya. Terutama pertimbangan terhadap realitas sosial dan budaya dimana organisasi/perusahaan itu berada. Selama pelaksanaan dalam system dan mekanisme kerja tidak berdampak fatal sehingga mengganggu proses pencapaian tujuan organisasi, hal-hal demikian dapat dilakukan. Disinilah dapat dikatakan bahwa memenej manusia pekerja dalam suatu organisasi adalah sebuah seni dengan perkembangan lebih jauh, terutama dalam memasuki era modern seiring akselerasi ilmu pengetahuan dan teknologi iptek ditandai hadirnya produk-produk canggih khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi, ini semua akan berpengaruh terhadap perubahan sikap maupun perilaku manusia dalam melangsungkan aktivitasnya. Tidak terkecuali di bidang manajemen, kehadiran teknologi akan selalu diadopsi untuk menunjang tugas-tugas manajemen. Misalnya saja, kehadiran medium internet telah banyak membantu manusia dalam berinteraksi, baik antar personal maupun antar organisasi dan kalangan luas atau publik. Transaksi dan interaksi kini semakin intens tanpa dibatasi raung dan waktu, dapat menjangkau ruang lingkup luas dan bisa dilakukan setiap saat secara teknologi baru di era kekinian merupakan sebuah pilihan yang perlu dilakukan dalam suatu pengelolaan organisasi/perusahaan. Ini semua tidak lain sebagai sarana tools penunjang manajemen untuk mencapai hasil yang telah ditetapkan. Perlu diketahui bahwa sarana tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut pada lazimnya dikenal dengan sebutan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets. Pemenuhan terhadap kebutuhan sarana manajemen ini juga akan banyak membantu, terutama dalam rangka efisiensi dan membantu demi keberlangsungan sepintas kilas paparan di atas, selanjutnya dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai ilmu pengetahuan science yang dapat dipelajari secara sistematis, manajemen juga sebagai seni dalam mengelola manusia yang terlibat didalam organisasi untuk menggapai tujuan. Lebih dari itu dalam realitasnya, ternyata manajemen sebagai ilmu dan seni ini bukanlah suatu yang mandeg. Melainkan sebuah aktvivitas yang selalu dinamis, artinya akan selalu menyesuaikan dengan perkembangan/perubahan zaman maupun peradaban manusia. Di era modern yang ditandai produk canggih berteknologi informasi, manajemen akan selalu mengokomodasi sekaligus beradaptasi dengan seperangkat tools yang dibutuhkan sehingga manajemen berbasis teknologi informasi merupakan sebuah dinamika dan sebagai pilihan di masa depan yang tidak bisa lagi dihindari. sofyan yamin. Lihat Money Selengkapnya
bahwa manajemen terdiri dari berbagai proses yang terdiri dari berbagai tahapan-tahapan tertentu yang berfungsi untuk mencapai tujuan organisasi dan juga setiap tahapan memiliki keterkaitan satu sama lain dalam mencapai tujuan organisasi. Istilah Manajemen Istilah manajemen dalam terjemahan dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengetian dari beberapa ahli, yaitu Manajemen sebagai suatu proses. Manajemen sebagai suatu proses dapat mencakup mensintesakan keragaman yang terjdi. Yang mula mula memperkenalkan manajemen sebagai suatu proses adalah Henri Fayol yang memandang manajemen sebagai suatu proses mencapai sesuatu yang dilaksanakan melalui dan dengan orang lain, yang bekerja dalam kelompok terorganisasi. Hamdan Mansoer 198935 Manajemen sebagai kolektivitas. Orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang berarti segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut dengan manajemen. M. Manullang 20013 Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu pengetahuan. Manajemen menurut Ernie Tisnawati sule dan Kurniawan Saefullah 200623 Salah satu keunikan dari ilmu manajemen adalah bahwa mereka yang menguasai pengetahuan manajemen belum tentu memiliki pengalaman atau mampu untuk menjalankan kegiatan manajemen dalam praktik. Sebaliknya pula, mereka yang telah berpengalaman dalam kegiatan manajemen secara praktik, belum tentu mengerti akan kerangka teoritis atau pengetahuan mengenai kegiatan manajemen yang telah dijalankanya. Berdasarkan pengertian di atas manajemen sebagai seni bersifat dinamis, tidak berpola tunggal dan menuntut adanya kreativitas dan keterlibatan di dalamnya. Sedangkan manajemen sebagai ilmu pengetahuan cendrung bersifat statis, berpola tunggal berdasarkan pembuktian ilmiah dan menuntut adanya tahapan-tahapan yang sistematis. Dalam sebuah organisasi, diperlukan adanya tahapan kegiatan yang satu sama lainnyaharus saling berhubungan. Manajemen sebagai seni dapat dilatih melalui intuisi dan pengalaman dalam menghadapi kasus-kasus. Adapun manajemen sebagai ilmu pengetahuan bisa dipelajari melalui pendidikan dan pelatihan. Manajemen Organisasi Setiap organisasi baik organisasi pemerintah maupun organisasi swasta tentu berdasarkan rencana-rencana yang ada. Demikian juga organisasi Pancasan Dream Land Park kabupaten Banyumas dalam menjalankan kegiatan berdasarkan dengan rencana-rencana yang telah disepakati bersama oleh anggota maupun pengurus berdasarkan anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga. Organisasi adalah suatu kesatuan yang mempunyai tujuan khusus terdiri atas sekumpulan orang yang bekerja sama dan mempunyai suatu struktur kerja yang sistematis, Hamdan Mansoer, 19891. Dengan kata lain organisasi adalah suatu wadah untuk mencapai tujuan. Organisasi mutlak harus memiliki misi dan tujuan suatu organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Misi suatu organisasi adalah maksud khas atau unik dan mendasar yang membedakan organisasi dengan organisasi-organisasi lainnya. Tujuan organisasi adalah suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan dan sebagi pernyataan tentang keadaan diwaktu yang akan dating dimana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya A. Etzioni dalam T. Handoko, 1986109 Dasar-Dasar Organisasi
perkembangan manajemen sebagai seni dan ilmu pengetahuan